Jumat, 04 November 2011

Radio Dakwah Online

Berikut Daftar Radio dakwah Online Mudah-mudahan Bermanfaat.........
Baca lagi...

Nasehat Bagi Yang Kecanduan FB........

Beberapa waktu yang lalu saya ditanya, “Bagaimana ya... keluar dari FB...?” Itu pertanyaan yang tidak sulit untuk dijawab. “Mudah! Tinggal delete akun anda... dalam 14 hari anda akan menghilang selamanya.”

Persoalannya menjadi tidak semudah itu, ketika FB telah menjadi kegemaran, kegiatan keseharian, seolah rutinitas yang jika tidak dilakukan, hari menjadi terasa membosankan. Bahkan bisa jadi layaknya sayur tanpa garam. Sebagian orang menjadi begitu ‘addicted’ dengan FB, bisa jadi ‘Facebookholic. Jika sudah begitu, akan banyak pembenaran yang dilakukan untuk intesitas waktu yang dihabiskan di FB.

“Manfaatnya banyak,” Kata seseorang. Ya, tidak dipungkiri FB memiliki manfaat. Sebut saja di antaranya, dapat menjalin kembali silaturahim dengan teman lama yang sudah puluhan tahun entah di mana rimbanya. Anda bisa menjalin hubungan dengan ribuan bahkan jutaan orang, promosi alias beriklan produk anda dengan gratis, mendapatkan info terkini dari situs-situs kesayangan anda yang juga membuka akun FB. Anda bahkan bisa berdakwah melalui FB. Sebut saja dengan cara ‘reminder’ ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits pilihan, menulis artikel yang bisa langsung dibaca orang lain, dan sebagainya.

Itu jenis manfaat yang bisa didapatkan. Adapun besarnya manfaat yang benar-benar didapat... wallahu a’lam. Anda tidak pernah benar-benar tahu bahwa apa yang anda tulis itu sungguh-sungguh dibaca, dan memberikan pengaruh pada jiwa yang membawa perubahan nyata. Hidayah milik Allah semata... Meskipun tentu saja itu adalah sarana yang efektif untuk menyebarkan dakwah di kalangan para pengguna yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan kepentingan. Media penyeberan informasi murah, cepat, dengan jangkauan yang luas.

Alih-alih mendapatkan manfaat, yang terjadi justru banyak hal mudharat yang didapatkan. Pernahkan anda menyadari, tanpa terasa waktu telah berlalu sementara anda sibuk meng-update status, menjawab komentar, menggapprove friends, invitatiion, group, gift, flower ini itu, atau sekedar komentar yang sebenarnya tidak perlu dengan sesama pengguna? FB bahkan bisa menggatikan mesengger sebagai media chatting yang mengasyikkan.

Sebagian orang yang begitu asyik menjadikan FB sebagai sarana pelepas kebosanan, sehingga tanpa menyadari mulai menuliskan sesuatu yang sebenarnya kurang pantas dipublikasikan di depan umum. Mulai dari urusan rumah tangga, pasangan yang menunjukkan romantismenya dengan saling memuji atau menulis sesuatu di status, perdebatan panjang yang terkadang menjadi tidak jelas arahnya. Bahkan ada yang lebih buruk, saling menhina, bahkan menghina para asatidzah. FB menjadi media ngetop, tempat ungkapan perasaan dan suasana hati serta gundah gulana layaknya siaran berita, tempat ‘narsis’, kata seseorang yang tulisannya pernah saya baca.

Nanti dulu... itu belum seberapa. Ada banyak kuis yang menarik. Anda mulai ingin tahu seperti apa diri anda. Jenis hati apa yang anda miliki? Kepribadian seperti siapakah yang anda tampilkan, Aisyah, Khadijah atau...? Akan jadi apa anda 5 tahun mendatang? Siapa inisial jodohmu? Setidaknya itu yang sempat terbaca oleh saya dari update para pengguna.

Walhasil, niat sekedar bercanda atau bermain-main mengusir kebosanan tanpa sadar telah mendekatkan kita pada pintu syirik. Khususnya seperti jenis kuis ramalan.

Belum lagi fasilitas dan kemudahan yang disediakan oleh alat komunikasi (HP) yang memungkinkan FB bisa diakses dimana saja, kapan saja oleh siapa saja. Bukan rahasia lagi kalau Indonesia termasuk negara pengguna HP yang sangat tinggi, bahkan termasuk anak-anak SD. Akibatnya, anak-anak yang belum matang kepribadian, emosi dan pemahamannya, para remaja yang masih labil dan tengah mencari identitas diri, banyak menjadi korban kemudahan FB. Kita lah yang mebuat FB menjadi ‘booming’, sehingga anak-anak kita, adik-adik kita pun ikut-ikutan terjun ke dalamnya, agar tidak dibilang ‘kurang gaul’ alias ketinggalan jaman. .

FB, seperti jejaring sosial lainnya hidup dan meraih keuntungan dari banyaknya penggunanya. Seperti Friendster (FS), My Space, MP dan semisalnya. Kelak jika ada yang baru dan lebih menarik, dia akan tersingkir! Seperti sepinya FS dan jejaring sosial lainnya saat ini.

Sayangnya, FB yang telah meraup begitu banyak keuntungan, termasuk dari jutaan kaum muslimin, tidak memberikan pelayanan yang semestinya. Pengumuman event penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu dibiarkan termpampang selama beberapa waktu. Jika saja dia lebih seperti blog yang hanya dikunjungi orang tertentu atau yang kebetulan nyasar ke sana, mungkin tidak seberapa. Namun menyaksikannya selama beberpa waktu tanpa diminta setiap membuka akun FB, adalah sesuatu yang sangat berbeda, dengan efek yang berbeda pula. Dan bagi saya pribadi, sungguh tidak rela memberikan andil sekecil apapun bagi tumbuh kembangnya sebuah jejaring sosial yang membiarkan penghinaan itu terpampang di depan mata.

Persoalan itu akhirnya bisa diredam dengan diisolirnya page penghinaan tersbut. Yang ini saya kurang tahu, apakah dari pemerintah yang memblokir atau dari manajemen FB sendiri. Namun yang pasti tidak ada jaminan kedepannya tidak akan terjadi lagi... who knows? Bukankah orang-orang kafir dari kalangan yahudi dan nasrani akan selalu saling tolong-menolong dan tidak akan berhenti sampai melihat umat Islam keluar dari agamanya? Dan jika sudah menyangkut hal tersebut, saya tidak menaruh prasangka baik kepada Yahudi. Anda mungkin akan mengatakan saya ‘paranoid’, akan tetapi bukankah Al-Qur’an sendiri telah jelas mengabarkan niat busuk mereka?

FB memang hanyalah media, sebuah sarana yang dapat digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Dan sebagaimana media lainnya, dengan segala kemudahannya FB bisa menjadi penyebab hancurnya keimanan seseorang. Penghinaan terbuka terhadap agama, seperti event EDMD, akan langsung memicu kemarahan kaum muslimin, bahkan yang Islam KTP sekalipun. Akan tetapi, serangan tersamar melalui infiltrasi budaya, syubhat, perang pemikiran, teknologi, dan segala kemudahan yang diberikan FB yang membangkitkan sikap ‘permisif’ dan ‘apology’ justru lebih patut diwaspadai. Bukankah Aceh yang begitu gigih bertahan akhirnya jatuh setelah proses infiltrasi yang dilakukan Snouk Hogranye berikut politik adu dombanya?

Pasca EDMD, keluar atau tidak...? Setiap orang memiliki pandangan dan pendirian masing-masing. Anda lebih mengenal diri anda sendiri, mengetahui keinginan anda dan dampak dari sesuatu bagi diri anda, atau apa yang sudah dan anda lakukan dengan akun FB anda. Manfaat kah....? Atau kesia-siaan....?

di nukil dari : www.khayla.net
Baca lagi...

Saudariku, Jilbab Ketatmu Itu....

Ketat, tansparan, dan membentuk tubuh, itulah ciri-ciri jilbab sebagian wanita masa kini. Tampil cantik dan trendi dengan jilbab menjadi moto sebagian muslimah zaman sekarang. Ya.. cantik.. dengan pakaian tipis dan ketat yang menggoda, pernak-pernik perhiasan yang menggelantung mulai dari kepala sampai pin besar di dada, sapuan make up di wajah, sepatu hak tinggi runcing dengan wangi parfum yang menggelitik sambil berlenggok laksana bandul jam.… lengkaplah sudah wanita menjadikan dirinya layaknya etalase.

Saudariku, sadarkah engkau jilbab ketatmu itu adalah etalase auratmu? Seperti etalase toko yang memajang barang - yang biasanya produk unggulan - untuk menarik perhatian calon konsumen, seperti itulah jilbab ketat yang dipakai sebagaian kaum muslimah, etalase yang memamerkan bagian-bagian tertentu dari tubuhnya. Dan jika fungsi etalase untuk menarik perhatian calon pembeli… lalu menurutmu apa fungsi jilbab ketatmu itu? Perhatian siapa yang hendak kau pancing agar menoleh ke arahmu?

Saudariku, cobalah menatap dirimu lebih lama.. sedikit lebih lama di depan cermin, dengan perspekif berbeda. Perhatikan pakaianmu ketatmu. Apa yang terlintas di benakmu? Aurat sebelah mana yang berhasil kau sembunyikan dari pandangan orang lain yang bukan mahrammu dengan pakaian transparan atau pakaian ketatmu itu? Tanyakanlah pada dirimu, apa gunanya jilbab bagimu? Untuk siapa engkau mengenakannya? Jika engkau mengenakannya untuk memenuhi kewajiban menutup aurat, lalu di mana letak pakaian ketatmu dalam firman Allah berikut?

(artinya) “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu…” (QS Al-A’raf : 26)

Dan Allah berfirman:

(artinya): “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita….” (QS An-Nuur : 31)

Dan juga firman Allah:

(artinya) “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al-Ahzab [33] : 59).”

Pernahkah terbetik di pikiranmu bahwa Sang Pembuat Syariat, memerintahkan wanita untuk menutup aurat agar kehormatannya terjaga? Bukankah lekuk liku tubuhmu yang engkau tampakkan dengan jilbab tipismu nan ketat itu justru memancing siulan dan pandangan maksiat dari lawan jenismu? Ataukah memang itu tujuannya?



Saudariku, jilbab diwajibkan bagi kita untuk menutup aurat, bukan sekedar menutupi kulit! Perintahnya adalah menutupnya dan bukan sekedar membalutnya sehingga tampak lekuk likunya. Menutupnya untuk menghalanginya dari pandangan orang lain, dan bukannya membiarkan orang lain dapat menerawang dan mengenali apa yang ada di baliknya.

Banyak kaum wanita meneriakkan protes atas nama kebebasan dan kesetaraan, agar hukum lebih melindungi wanita dari tindak pelecehan seksual, baik berupa perbuatan, perkataan, atau bahkan sekedar isyarat. Tidakkah terpikir olehmu, pakaian ketatmu itu justru mengundang pelaku pelecehan untuk beraksi?
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

Ah, saudariku, jangan rendahkan dirimu! Jangan hinakan dirimu dengan menjadikan jilbabmu sebagai etalase auratmu! Jangan jadikan dirimu obyek siulan laki-laki iseng di pinggir jalan. Engkau bukan mannequin, bukan barang pajangan untuk dilirik, dinilai, ditaksir dan diberi label harga yang pantas oleh orang yang memandangmu. Tidak! Engkau jauh lebih berharga dari itu! Bahkan jauh lebih mulia dengan jilbab syar’i. Bangkitlah dan bangun kepercayaan dirimu! Sesungguhnya kecantikanmu bukan pada pakaian yang menampilkan keindahan tubuh, juga tidak pada riasan. Tetapi kecantikanmu akan terpancar dari ketakwaan, akhlak terpuji dan rasa malu, yang salah satunya akan tampak dari pakaian syar’i yang engkau kenakan. Ingatlah bahwa Allah telah berfirman:

(artinya): “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’raaf : 26)

***
Referensi: http://www.khayla.net
Baca lagi...

Minggu, 30 Oktober 2011

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Sesungguhnya termasuk sebagian karunia Allah dan anugerah-Nya adalah Dia menjadikan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih waktu-waktu tertentu dimana hamba-hamba tersebut dapat memperbanyak amal shalihnya. Diantara waktu-waktu tertentu itu adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Berkenaan dengan firman Allah Ta’ala:

pic1.jpg

Demi Fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Hajr:1-2)

Selanjutnya

Baca lagi...

PILIH NONTON TV ATAU PANJANG UMUR

Berapa jam waktu yang anda habiskan untuk menonton televisi? Jika lebih dari enam jam perhari, mungkin anda harus mulai memperhatikan kesehatan anda. Apalagi jika anda juga kurang berolahraga.
Para peneliti di Universitas Harvard, Amerika Serikat, sudah melakukan delapan penelitian dengan kesimpulan bahwa menonton televisi terlalu sering bisa meningkatkan resiko seseorang menderita diabetes, serangan jantung dan kematian dini.

Dari delapan penelitian itu ditemukan, menonton televisi selama dua jam sehari meningkatkan resiko menderita diabetes sebanyak 20 % sedangkan resiko terkena sakit jantung meningkat 15 % dan kematian 13 %. Ini artinya 100.000 orang yang menonton televisi selama dua jam perhari selama setahun, terdapat 176 orang beresiko terkena diabetes, 38 orang mendapat serangan jantung dan 104 orang meninggal di usia muda. Penelitian yang dilakukan oleh universitas Harvard ini sudah dipublikasikan dalam journal of the American medical association.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Lennert Veerman dari school of population health di university of Queensland, dan telah disiarkan di British journal of sport medicine juga menyebutkan, tiap satu jam menonton televisi bisa mengurangi usia sebanyak 22 menit, untuk orang yang berusia di atas 25 tahun Dr. Lennert juga mengatakan, menonton televisi memiliki resiko mengurangi usia yang sama dengan merokok dan obesitas.
Di sisi lain, aktivitas berolahraga meskipun Cuma sebentar setiap hari, ternyata bisa meningkatkan harapan hidup seseorang.
Chi-pang wen dari national health research institute di Taiwan dan Jackson pui man wai dari national Taiwan sport university melakukan riset terhadap lebih dari 400.000 orang yang ikut dalam program penyaringan medis antara 1996 dan 2008. Mereka memantau perkembangan semua relawan itu selama rata-rata delapan tahun.
Orang yang berada dalam satu kelompok olahraga “bervolume rendah” memiliki resiko 14 persen lebih kecil untuk menghadapi kematian dini akibat semua sebab dan 10 persen resiko kematian yang lebih rendah akibat kanker, dibandingkan dengan kelompok orang yang tak memiliki aktivitas fisik secara aktif.
Kategori olahraga dengan “volume rendah” diberlakukan pada orang yang jumlah total olahraga mereka rata-rata 92 menit per pekan, atau sekitar 15 menit sehari. Secara rata-rata harapan hidup mereka ialah tiga tahun lebih lama dibanfingkan dengan timpalan mereka yang tidak aktif.
Jadi menyelingi aktivitas harian dengan olahraga ringan akan sangat menguntungkan dibandingkan hanya mengisi waktu luang dengan menonton televisi.
(dikutip dari : Majalah Ar-risalah, Hal 37 Edisi 124 Tahun 2011)
Saudara-saudara sekalian!! kita percaya ataukah tidak terhadap penelitian yang telah disebutkan di atas, maka bagi seorang muslim hendaknya menyadari bahwa walaupun tidak demikian halnya, kita semestinya sadar bahwa waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita (manusia) pasti akan dipertanggungjawabkan. Olehnya itu, alangkah beruntungnya orang yang menghabiskan waktunya di dunia ini dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, atau setidaknya memberikan manfaat dunia dan akhirat.
Dan ketahuilah Wahai saudara-saudara sekalian bahwa apapun yang dianjurkan dan apa saja yang dilarang dalam agama kita, maka pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya, baik hikmah itu nampak secara dhahir ataupun tidak nampak secara langsung dalam pandangan manusia. Yang terpenting adalah keyakinan kita bahwa Allah pasti tidak akan menyia-yiakan hambanya ketika seorang hamba berjalan di jalan yang dituntunkan oleh syariat agama kita. Semoga Allah senantiasa memberikan kita petunjuk.. Aminn
Wallahu A’lam….
وصلى الله على محمد اله وأصحابه أجمعين.
Baca lagi...

Karena Dosanya Sedikit, Maka...........

Benarlah adanya. Yah benarlah adanya orang yang mengatakan bahwa hati itu ibarat selembar kertas yang putih bersih pada muasalnya. Setitik hitam engkau teteskan di atasnya, akan nampaklah titik hitam itu. Teruslah meneteskan titik hitam di atasnya. Dua tetes, tiga tetes, empat tetes dan tetes selanjutnya. Lihatlah baik-baik! Pada mulanya. Titik-titik hitam itu masih terbedakan pada kertas itu. Tapi kini, ketika kertas putih menjelma menjadi kertas hitam, sebanyak apapun tetes-tetes hitam yang engkau letakkan di atasnya, engkau takkan sanggup lagi membedakannya…..

Sedemikian itulah persisnya hati kita. Tamsil itu sekaligus menjawab pertanyaan kita tentang betapa sulitnya kembali kepada Allah saat kaki telah begitu jauh terperosok dalam “titik-titik hitam” itu. Benar, karena semakin titik-titik hitam itu menggumpal dan merata membungkus hati, kita akan kehilangan daya pembeda dan kepekaan. Persentuhan dengan “titik-titik hitam” itu membuat kita tak lagi peka terhadap kedurhakaan kepada Allah Swt. Bahkan seringkali kita sampai pada sebuah titik di mana neraca timbangan kita terbalik. Saat itu, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Duhai Allah, kami sungguh berlindung padamu dari itu semua……………..
Amiiiin ya Rabbb….
Sebuah kisah yang mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita untuk menyadari dan menjadi penggugah jiwa semoga dapat dengan mudah instrospeksi diri terhadap kondisi hati kita masing-masing.
Kisah tentang seorang imam yang bernama Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah.
Murid-muridnya seringkali dibuat takjub olehnya. Saat ia menyampaikan ilmunya lalu menemukan kesulitan saat menjelaskan suatu masalah, ia segera mengatakan kepada murid-muridnya yang hadir di Majelis itu, “ini pasti karena suatu dosa yang telah aku perbuat!.
Subhanallah… pantaslah jika namanya terus harum hingga zaman ini… dan tidak itu saja, murid-muridnya mengisahkan bahwa setiap kali peristiwa seperti itu terjadi, sang imam terus saja beristigfar. Terkadang ia bahkan langsung berdiri lalu mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Ia bertaubat sejadi-jadinya kepada Allah Swt.
Jika setelah itu semua, ia kemudian seperti mendapat kemudahan untuk memahami dan melanjutkan kuliah-kuliahnya, lalu ia segera berkomentar, “mudah-mudahan ini pertanda bahwa taubatku telah diterima”.
Ketika kisah ini sampai ke telinga Al-Fudhail bin Iyadh – seorang alim dan juga ahli ibadah yang tersohor kala itu -, tahukah engkau apakah yang dilakukan dan dikatakannya?? Ia menangis sejadi-jadinya. Ia tak kuasa menahan tangisnya. Sungguh….. Kisah itu langsung menghujam hatinya.. dengarkan apa yang dikatakannya: “karena dosanya begitu sedikit, maka ia bisa menyadari hal itu semua. Adapun selainnya, karena dosa mereka sudah sedemikian banyaknya, hingga mereka tidak lagi dapat merasakan dosa-dosa itu….”
Jika Al-Fudhail mengatakan seperti itu, lalu apa yang akan engkau katakan tentang diriku dan dirimu sendiri??? Katakanlah diam-diam, ketika malam semakin kelam… sampaikan sendiri kata-kata itu pada penguasa alam semesta ini. Semoga Dia (Allah) mengampunimu dengan sesungguhnya…….

Sumber : Tangannya telah berada di surga (M. Ihsan Zainuddin)
Baca lagi...